Dugaan Pemotongan Insentif Tenaga Medis Penanganan Covid-19 Dinkes: Kalian Dibohongi Tenaga Kesehatan

TULANGBAWANG (SiekatTerkini.Com)- Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang belum dapat menjelaskan terkait anggaran indikasi pemotongan dana insentif tenaga kesehatan penangan Virus Corona (Covid-19) tahun 2020.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Tulangbawang, Nyoman, juga terkesan menutupi terkait jumlah anggaran untuk insentif tenaga medis penanganan Covid-19 tahun 2020 itu.

Pihak Dinas Kesehatan Tulangbawang juga belum dapat memberikan keterangan terkait besaran insentif tenaga kesehatan penanganan Covid-19 serta tata cara pemberian dan dasar hukum atas pemberian insentif tersebut.

Sementara, Kasubag Umum Dinkes Tulangbawang, Parayudi, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pemberian insentif tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 di Tulangbawang tahun 2020 telah sesuai regulasi.

“Berdasarkan keterangan Pak Nyoman Kabid Yankes, pemberian insentif tenaga kesehatan untuk penanganan Covid-19 telah sesuai aturan. Jika ada yang mengatakan ada potongan itu tidak benar,” terangnya, Rabu (05/05/2021).

Bahkan, menurut Prayudi, adanya keterangan dari tenaga kesehatan yang mengatakan adanya pemotongan atas dana insentif Covid-19 itu suatu kebohongan.

“Adanya keterangan dari tenaga kesehatan atas pemotongan insentif Covid-19 itu tidak benar. Kalian (wartawan) sudah dibohongi oleh tenaga kesehatan yang menerima insentif penanganan Covid-19,” paparnya.

Ia menambahkan, dana insentif penanganan Covid-19 itu langsung dibagikan kepada masing-masing tenaga kesehatan penanganan Covid-19.

Diberitakan sebelumnya, insentif tenaga kesehatan penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskemas Tulangbawang tahun 2020 diduga dipotong oleh pihak Dinas Kesehatan setempat.

Salah satu tenaga kesehatan yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, besaran insentif tenaga kesehatan penangan Covid-19 tidak sama.

Baik dokter dan perawat megeluhkan tidak sesuainya insentif yang mereka dapat terhadap penaganan virus Covid-19 yang notabenenya mereka selaku ujung tombak dalam proses penanganan Covid-19.

Selain itu, pihak Dinas Kesehatan Tulangbawang juga tidak menjelaskan secara transparan atas besaran insentif tenaga kesehatan penanganan Covid-19.

“Dalam pandemi Covid-19, beban yang kami hadapi sangat besar dibandingkan dengan pendapatan yang kami terima. Insentif yang dibayarkan dan diterima diduga ada pemotogan oleh oknum dinas kesehatan Tulangbawang, sehingga besaran yang diterima satu dengan lainnya bervariasi,” jelasnya.

Sedangkan, lanjutnya, berdasarkan informasi dari tenaga kesehatan di daerah lain, bawasannya insentif tenaga kesehatan penanganan Covid-19 yang diterima sebesar Rp.7 juta. Sementara untuk di Tulangbawang jauh dari nilai tersebut.

Diketahui, anggaran insentif tenaga kesehatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tulangbawang tahun 2020 sebesar Rp.3.622.000.000. (Tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *