Hamdi Anggota Komisi 3 DPRD Tuba Singgung Kinerja Pokja

TULANG BAWANG-(SiekatTerkini) Terkait dengan Pembatalan Tender Rehabilitasi Daerah Irigasi Batu Ampar dengan dengan Nomor paket 15680121 dan Nilai pagu anggaran 8,4 Milyar pada jadwal penunjukan penyedia barang dan jasa yang telah dimenangkan oleh CV. Amar Afifah Perdana dengan penawaran harga Rp.6.754.295.613,55 (Enam Milyar, Tujuh Ratus Lima Puluh Empat Juta, Dua Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu, Enam Ratus Tiga Belas Koma Lima Puluh Lima Rupiah) anggota Komisi 3 DPRD Tulangbawang, Hamdi menilai Panitia Pokja tidak mampu bekerja secara profesional, Senin (2/8).

Menurut Hamdi, seharusnya Panitia Pokja tidak bisa membatalkan tender tersebut secara tiba-tiba, karena semua tahapan tender sudah dilakukan oleh perusahaan yang telah ditentukan sebagai pemenang.

“Saya disini mewakili Ketua dan anggota komisi III yang lainnya menilai bahwa panitia pokja tidak mampu bekerja secara profesional karena seharusnya dari awal panitia pokja sudah bisa mengetahui kalau memang ada kesalahan dokumen yang tidak sesuai dengan Perpres Nomor 16 Tahun 2018, jangan sampai perusahaan sudah dinyatakan sebagai pemenang baru diketahui ada kesalahan dokumen,” urai Hamdi

Lanjutnya, Hamdi meminta kepada panitia pokja dapat bekerja secara profesional sesuai dengan aturan karena pekerjaan tersebut ada limit waktunya.

“Pekerjaan ini kan ada limit waktunya, jangan sampai karena ketidak profesionalan panitia pokja sehingga membuat terlambatnya pekerjaan irigasi tersebut dapat merugikan masyarakat khususnya para petani,” ungkapnya.

Selain itu, Hamdi juga meminta Dinas PUPR Tulangbawang sebagai Leading Sektor memantau pekerjaan irigasi tersebut, mengapa hal seperti ini dapat terjadi.

“Dinas PUPR harusnya memantau pekerjaan ini, sehingga pekerjaan tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan,” tungkasnya (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *