Kasus Pengendara Tabrak Kerbau di Tol Trans-sumatera Berakhir Damai

TUBABA – Proses damai dilakukan oleh pihak aparatur Tiyuh Penumangan yang memfasilitasi pertemuan antara pihak Tol Trans-sumatera Lampung dan korban (Rifki) di rumah Ridwan aparatur Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulangbwang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Selasa (2/8).

Adapun pemberitaan sebelumnya mengenai permintaan pertanggungjawaban jawaban dari pihak pengendara kepada pengelola Tol Trans-sumatera yang menyebabkan adanya hewan ternak kerbau yang memasuki wilayah jalur cepat Tol Trans-sumatera KM 174, sehingga mengakibatkan lakalantas.

Saat ditemui Lampung Newspaper, Rifki mengatakan, perihal kelanjutan laporan di polres Tubaba kemarin (31/7) terkait lakalantas yang menyebabkan dirinya sampai menjadi korban.

“Alhamdulilah tadi sekitar pukul 11.00 WIB saya sudah dihubungi oleh terlapor yang mana itu di maksud adalah pihak dari pengelola Tol Trans-sumatera dan mengajak saya untuk melakukan mediasi ulang untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan yang baik,” jelas Rifki.

Ia menambahkan, “Adapun dari hasil pertemuan tersebut kami telah sepakat bersama-sama akan mencabut laporan saya dan tentunya dengan syarat bahwa pihak pengelola Tol Terpeka akan menanggung semua kerugian yang terjadi pada kendaraan saya, dan tentunya kesepakatan ini kami buat tanpa adanya tekanan dari pihak manapun dan tidak akan ada tuntutan di kemudian hari,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak pengelola yang mana diwakili oleh Sunaryo mengatakan, bahwa sengaja hadir disini untuk bertemu korban di karnakan banyaknya jadwal aktivitas, maka baru sempat bertemu korban.

“Karna kemarin itu Aswin yang selama ini bertemu korban untuk mewakilkan saya, adapun tujuan saya kesini tentunya ingin kembali menjalin tali silaturahmi dengan melakukan mediasi ulang dan alhamdulilah kedatangan kami disambut dengan baik sekali oleh beliau, maka kami berencana akan langsung ke polres untuk dapat mendampingi Rifki untuk mencabut laporannya yang kemarin,” tuturnya.

Lebih lanjut, “Saya selaku manager area menyampaikan permohonan maaf jika kemarin sempat terjadi salah paham dan miskomunikasi dan ini juga tentunya akan menjadi bahan evaluasi dan koreksi kami dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pengguna jalan,” katanya.

Tentunya apa yang telah di sepakati bersama hari ini akan menjadi bahan laporan kepada atasan dan semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak khususnya penguna jalan lainnya untuk selalu berhati-hati dan jaga kecepatan aman berkendara.

Hadir juga dalam perdamaian tersebut Humas Tol Terpeka, Aswin Andreas, pihak keluarga korban Riko, dan di saksikan oleh salah satu awak mediasi serta juga dari perwakilan masyarakat sebagai saksi.(red).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *